Rabu, 26 Juni 2013

Ungkapan Hati

Kugoreskan keseharianku dalam cerita yang pendek ini, ada kisah yang tak berujung, dedaunan mulai bergugran, tanah mulai gersang, saatnya musim semi tiba. Aku tak tau salah dan dosa ku itu apa? terkadang aku dibenci dan dicemoohkan teman teman ku. rasanya hidupku tiada arti lagi. Entahlah, mungkin semua telah menjadi suratan. Ingin kucari kemanapun kesalahanku itu. Hari berganti hari, aku terus mencari kesalahan yang ada pada diriku. Setelah aku mencari dan mencari, akhirnya aku tahu penyebab dari semua ini, mereka beranggapan bahwa aku itu sombong, mereka bilang hanya aku yang ada didunia ini tanpa memikirkan orang lain, padalahal dalam kenyataannya tidak, aku tidak seperti yang mereka katakan. Jika mereka mengatakan aku sombong, berarti mereka itu salah besar. Aku punya prinsip, teman adalah segalanya bagiku, mengapa demikian. Bersama teman, hidup terasa damai, teman adalah pelita hidup disaat susah maupun senang. Saling bertukar pendapat , saling mengerti satu sama lain, dan yang terpenting teman diibaratkan sebagai backup memory ku, mengapa demikian. Teman bersedia mendengar segala keluh kesahku yang tengah aku hadapi saat ini. dan dia memberi jalan keluar yang terbaik untukku. Begitulah pentingnya teman bagiku.
  Seperti kembang api yang hanya sebentar menyala, begitulah hidupku saat ini. Sekarang aku tengah diambang kebimbangan, jantung terasa berdetak cepat. Seperti hidup tinggal beberapa hari lagi. YA ALLAH, tolonglah aku!!!! Mengapa hidup ini rasanya nggak adil. Kata orang SMA adalah kebahagian bagi remaja tapi saat ini belum juga aku dapatkan, terkadang aku iri dengan temanku, ada yang waktu istirahat telpon telponan, ada yang mojok di samping perpustakaan, kapan aku seperti itu? Aku juga ingin merasakannya?? Aku tengah mengalami cinta terpendam pada seorang wanita, aku tak berani mengungkapkan kata kata itu padanya, aku takut dia menolakku dan dia akan membenci ku, itu alasan aku belum mengungkapkan perasaanku kepadanya. tiga minggu sebelum aku menulis cerita ini, kami pernah beramai ramai pergi bersama teman teman, namun entah mengapa dia mengajakku berbicara, dan kami pun disepanjang jalan berbicara berdua. Pada waktu itu, aku merasa biasa saja jika dekat dengannya, tapi. Setelah sampai dirumah, dia mengirim pesan singkat pada ku? Setelah aku membalas pesan darinya, aku selalu saja kepikiran tentang dia, entah mengapa seperti itu?
Aku terasa damai jika ku bersamanya?? tapi yang hanya kutakutkan jika dia pergi meniggalkanku, lebih baik cinta dalam hati saja, mengagumi tanpa dicintai, seperti potongan lyric lagu ungu. Aku akan berusaha membahagiakannya, tanpa harus dia tau aku cinta dia.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar